Buku Serat Wawasan Candrasangkala; Jilidhan kaping II memuat lanjutan pembahasan "candrasangkala" pada buku serupa jilid pertama. Teks berisi tiga bab pembahasan, antara lain: 1) Pamudharan Putranipun Dewi Rata; 2) Pamudharan Putranipun Dewi Sandhil; 3) Pamudharan Putranipun Dewi Prabata.
Buku Serat Margawirya berisi "piwulang" atau ajaran budi pekerti dalam menjalani hidup bermasyarakat, antara lain: 1) ajaran dalam memilih pekerjaan; 2) ajaran mengabdi kepada atasan; 3) ajaran "wuwur", "sembur", "nandur", dan "pitutur" bagi orang tua dalam mendidik anak; 4) ajaran untuk tidak menjadi dukun; 5) ajaran menerima tamu dengan baik; 6) ajaran menghindari judi; 7) ajaran untuk tidak …
Buku Serat Dewaruci memuat ajaran (pitutur) luhur Dewaruci yang dikemas dalam bentuk prosa liris. Teks disusun atas lima pupuh tembang Jawa, yakni Dandanggula, Pangkur, Sinom, Durma, dan Dandanggula. Cerita diawali oleh usaha Dewaruci meneladani kaum agung yang terbiasa memberi petunjuk. Usaha itu muncul oleh keinginan memberi penerangan tentang kehidupan sejati. Pengarang menyebut, buku ini mu…
Buku Serat Erang-erang memuat memuat uraian tentang larangan atau peringatan (erang-erang). Teks berisi lima belas cerita kehidupan para penghisap candu, yang dalam istilah Jawa disebut "nyeret". Candu adalah hasil olahan dari opium (apiyun), yakni getah yang diambil dari buah Papaver somniferum.
Buku Ismu Gama memuat uraian atas ajaran kebaikan dari serat-serat dan primbon Jawa yang telah ditafakuri dan dianggap benar menurut syarak.
Buku Serat Jalma Suyatna memuat uraian peringatan-peringatan dalam hidup manusia yang diperoleh dari serat-serat karya para ahli di zaman kuna, sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) Ingat pada perintah, agar tidak salah arah; 2) Ingat pada penciptaan manusia, agar tidak salah anggap; 3) Ingat untuk berterima kasih, agar tidak mengalami perseli…
Buku Piwulang Becik memuat petunjuk dan/atau ajaran untuk hidup dengan baik. Petunjuk dan/atau ajaran itu disampaikan oleh pengarang secara indah melalui tipologi-tipologi khas Jawa dengan lema bersusun hanacaraka (dentawyanjana).
Buku Serat Tepa Palupi; Jilid I memuat catatan perjalanan Gus Bagong belajar sastra, memaknai serat-serat, berkelana menuntut ilmu, hingga menjadi manusia yang hati-hati dalam bertutur kata. Pada bagian awal, teks berisi keterangan sebagai berikut: Pada zaman dahulu, di tanah Kediri ada seorang anak laki-laki bernama Gus Bagong. Umurnya kurang lebih tiga belas tahun. Perilaku Gus Bagong sangat …
Buku Serat Pamular memuat uraian tentang daya keperkasaan yang dapat digunakan sebagai bekal menempuh perjalanan (hidup). Uraian itu sebagian besar diperoleh dari sabda (titah) orang-orang terdahulu yang berpengalaman. Dua pokok bahasan dalam teks yakni: 1) Karosaning Daya (daya keperkasaan); dan 2) Panalangsa (penyengsara).
Naskah berisi 2 teks yaitu Serat Candrarini dan Serat Mahabarata. teks ditulis dengan tinta hitam dan tinta biru. Tinta hitam digunakan untuk menulis sebagian besar teks. Sedangkan tinta biru hanya digunakan untuk menuliskan teks tambahan pada bagian belakang. Kondisi fisik naskah masih baik, jilidan masih baik, kertas mulai korosi.