Buku Sekar Dwidasa Puspa (Sekar-sekaran) memuat uraian dua puluh jenis sekar (tembang) bersusun menurut urutan hanacaraka (dentawyanjana) disertai majas tentang perilaku (lalampahan) buruk-baiknya manusia. Dua puluh sekar (tembang) yang ada diperoleh dari klaster paling atas dari sekar-sekar sarat ilmu (piwulang) "prayogi" bagi manusia yang berkembang dan merupakan karya para ahli. Pokok-pokok …
Buku Serat Astradarma memuat uraian cerita perjalanan Prabu Astradarma naik tahta di Negeri Yawastina hingga ke Palakrama dan memperoleh putri Raja Kediri. Alur cerita sebagaimana yang diterangkan oleh gambar-gambar dalam teks, antara lain: 1) Pertemuan pengantin, Prabu Astradarma dengan Dewi Pramesdhi; 2) Prabu Astradarma dipanggil oleh Bagawan Anoman untuk "sowan"; 3) Bagawan Anoman berhadapa…
Buku Serat Wawadining Rasa memuat uraian tentang rahasia dibalik gejolak perasaan. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) Adanya surga dan neraka; 2) Tidak-nyamannya menanggung kesalahan atau siksa atas dosa; 3) Sakitnya bersalah dan nyamannya menjadi benar; 4) Merasa; 5) Rasa Sejati; dan seterusnya.
Buku Serat Wedha Supena memuat uraian ilmu (kawruh) mimpi (impen). Teks berisi keterangan tentang sebab manusia bisa tidur nyenyak dan mengigau. Keterangan itu diperoleh dari teks serat-serat terdahulu. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) penyakit tidur; 2) bangun tidur; 3) tahapan tidur yang benar; 4) penyebab tidur; 5) penyebab mengigau; 6) penyebab tidur nyenyak; 7) ciri-ciri tid…
Buku memuat prosa liris dengan kemasan tembang Jawa. Persoalan yang paling ditekankan dalam teks adalah tata aturan (paugeran) tembang. Bahasa dalam teks tidak sebagaimana lazim digunakan dalam serat-serat Sastra Jawa Baru masa akhir.
Buku Telu Sakandhet memuat uraian tentang ajaran "tiga hal seikat" (telu sakandhet). Tiga hal itu adalah ilmu (ngelmu), tirakat (laku), dan sangu (bekal). Ajaran diuraikan dalam tiga pokok bahasan, yakni: 1) Ngelmu, Ngawruhi Urip ing Dhiri Pribadi; 2) Laku, Samadi Mangudi Kanyatahaning Gaib; dan 3) Sangu, Susuci Minangka Sanguning Mangudi Kanyatahan.
Buku Serat Wisnayajati memuat kumpulan dalil berupa hadis Nabi berikut terjemah serta kiasannya sebagai piwulang atau "pembelajaran". Teks memuat tiga puluh empat matan hadis.
Buku merupakan potongan dari sebuah naskah cetak yang tercerai. Teks memuat beberapa bahasan, antara lain: 1) Paken gangsal prakawis; 2) Tumangkaring tembung titiga: sarira tawon lima, sangkalaning gapuraning kagungan deng nam tratag pagelaran (pasewakan); 3) Andharaning tembung: sarira manyawak w.8; dan seterusnya.