Jawa Tengah menyimpan kekayaan budaya luar biasa dalam bentuk naskah kuno yang tersebar di berbagai penjuru daerah, baik yang tersimpan di keluarga, pesantren, perpustakaan lokal, maupun koleksi pribadi masyarakat. Naskah-naskah ini memuat pengetahuan penting tentang sejarah lokal, filsafat Jawa, agama, hukum adat, pengobatan tradisional, hingga sastra dan nilai-nilai luhur nenek moyang.
Namun, hingga kini, banyak naskah kuno belum teridentifikasi, belum terdokumentasi secara sistematis, dan belum dialihmediakan ke format digital. Sebagian besar dalam kondisi fisik yang rapuh, disimpan tanpa standar konservasi, dan berisiko rusak permanen. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka Jawa Tengah akan kehilangan warisan budaya intelektual yang tak ternilai harganya. Hilangnya naskah kuno bukan sekadar kehilangan teks, melainkan kehilangan jati diri, memori kolektif, dan sumber pembelajaran lintas generasi yang berakar pada kearifan lokal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menggagas program PUJANGGA (Pustaka Jawa Tengah Gumelar), sebuah inisiatif pelestarian berbasis pemetaan, pendataan, dan alih media naskah kuno di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Dirancang untuk melindungi dan menghidupkan kembali kekayaan literasi melalui pendekatan kolaboratif dengan masyarakat, komunitas budaya, akademisi, dan pemerintah daerah. Dengan adanya PUSTAKA Jateng Gayeng, naskah kuno tidak hanya diselamatkan, tetapi juga dipopulerkan sebagai bagian dari kebanggaan dan identitas budaya Jawa Tengah.
PUJANGGA merupakan akronim dari Pustaka Jawa Tengah Gumelar, adalah portal koleksi perpustakaan dan repository koleksi digital, berupa naskah kuno, buku langka, surat kabar langka, foto langka, serta koleksi lokal konten khas Jawa Tengah lain, yang dimiliki oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
Korespondensi dapat melalui email naskahkunojateng@gmail.com