Buku Serat Wawasan Candrasangkala memuat uraian simbol-simbol linguistik penanda tahun dalam candrasangkala. Simbol-simbol linguistik itu diperoleh dari tulisan-tulisan: 1) Suryanagaran (Ngayogyakarta); 2) Panembahan (Ngayogyakarta); 3) Surakarta; dan 4) Bali, berupa kata-kata (tembung) yang memiliki watak satu hingga sepuluh, serta watak windhu (candrasangkala nungswa bali).