Buku Serat Dewaruci memuat ajaran (pitutur) luhur Dewaruci yang dikemas dalam bentuk prosa liris. Teks disusun atas lima pupuh tembang Jawa, yakni Dandanggula, Pangkur, Sinom, Durma, dan Dandanggula. Cerita diawali oleh usaha Dewaruci meneladani kaum agung yang terbiasa memberi petunjuk. Usaha itu muncul oleh keinginan memberi penerangan tentang kehidupan sejati. Pengarang menyebut, buku ini mula-mula berbahasa Kawi dan tembangnya Sekar Ageng adalah karangan Mpu Widayaka dari Mamenang.