PUJANGGA

Pustaka Jawa Tengah Gumelar

  • Beranda
  • Tentang
  • Masuk
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Serat Walisana

Text

Serat Walisana

Harjawijaya - Nama Orang;

Buku Serat Walisana memuat cerita sejarah Wali Sana. Teks terdiri atas lima pokok bahasan yang disusun menurut urutan hanacaraka (dentyawanjana), antara lain: (Ha) Maolana Ibrahim berkelana ke Cempa, dijadikan menantu oleh raja setempat, berputra Raden Santri dan Raden Rahmat: 1) Raden Santri, Raden Rahmat, dan Raden Ngalim Burerah, para putra Cempa, hendak pergi ke Jawa, meminta tumpangan pada nahkoda, sesampainya di Kamboja kapal tenggelam lantaran kesalahan nahkoda, namun ketiganya mendapat pertolongan dari Tuhan; 2) Singgah di Palembang, bersamaan dengan lahirnya Raden Patah, lantas ke Majapahit kemudian menghadap pada raja, atas hal ihwal agama (Islam) yang disampaikan membuat raja tunduk, Permaisuri Dwarawati merasa cocok dengan agama (Islam), ketiganya dengan hormat diperkenankan menuju Surabaya. (Na) Cerita Para Maolana membaur ke Jawa, pendidikan serta pengajaran Arya Damar kepada Raden Patah soal ilmu kerajaan: 1) Pembekalan Maolana Iskak kepada Raden Satmata perihal konsep Allah, Mukamad, martabat tujuh (asma pitu) dalam hubungannya dengan tingkah laku; 2) Pangeran Kalipah berguru kepada Sunan Ngampel perihal ketuhanan (kawula gusti), serta pengajaran ilmu; 3) Somalaya dibekali oleh Sunan Gunung Jati, bekalan "singir", guru yang pantas dijadikan guru yakni Kangjeng Nabi Kilir, berupaya seraya memuja (berdoa), lalu dibekali perihal kenyataan sejati; 4) Seh Lemahbang berguru pada Sunan Giri, lalu dibekali berbagai macam hal bahkan tetumbuhan turut menyimak, kemudian diberi pengajaran ilmu kak (hak) hingga terjadi perdebatan dengan para wali delapan yang secara bersamaan membuka tabir ilmu rahasia. (Ca) Naik tahtanya Sunan Giri, terjadinya perang melawan prajurit Majapahit: 1) Para wali mendirikan masjid di Demak, saling bahu membahu meruntuhkan Majapahit, Raden Patah naik tahta menjadi sultan; 2) Asal-usul Ki Ageng Sela, penangkapan petir serta penyuntingan istri yang sangat cantik, yakni diperoleh dari Kiyai Bicak. (Ra) Pangeran Panggung membuka ilmu hakikat, dipanggil oleh Sultan Bintara untuk mengajarkan perihal salat, manifestasi Tuhan, roh dan hamba (kawula), ketika sang Pangeran akan dimusnahkan, anjing bernama Iban dan Toki hendak dimakan, mereka diburu lalu dimasukkan ke api, sang Pangeran lalu marah dan menulis Serat Suluk Malang Sugirang: 1) Para Wali sama-sama memahami makna Serat Suluk Malang Sugirang yang berhubungan dengan berbagai macam ilmu, serta mengandung perhitungan (petang-petang); 2) Manifestasi Para Nabi dalam keterangan kitab-kitab sastra Arab hingga soal jasmaniahnya; 3) Wafatnya Sah Siti Jenar, sekelindan musnahnya unsur ragawi ketika wafat. (Ka) Buyut Paningrat memperoleh menantu Prabu Brawijaya, memiliki cucu bernama Jaka Sangara, mengabdi di Demak: 1) Kyai Ageng Pengging, ketika akan menurunkan tahta; 2) Pembekalan Kyai Kebo Kenanga kepada Pakadim perihal ilmu kesempurnaan.


Ketersediaan
073NC.073 1932-001Ruang DepositTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
NC. 073
Penerbit
Kediri : Tan Khoen Swie., 1932
Deskripsi Fisik
21,6X15 cm; 173 halaman
Bahasa
Jawa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Informasi Lainnya
Aksara
Jawa
Akses
Terbuka
Penyalin
-
Tahun Penyalinan
-
Media Naskah
-
Cap Kertas
-
Jumlah Baris Per Halaman
-
Ukuran Teks
-
Kata Alihan
Ada
Iluminasi
Ada
Warna Tinta
-
Kolofon
-
Bentuk
-
Sampul
-
Tempat Penyimpanan Naskah
-
Kode Naskah
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Serat Walisana
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PUJANGGA

Tentang Kami

Pustaka Jawa Tengah Gumelar (PUJANGGA) adalah portal koleksi perpustakaan berupa repository naskah kuno dan koleksi lokal konten khas Jawa Tengah yang dimiliki oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik