Text
Serat Walisana
Buku Serat Walisana memuat cerita sejarah Wali Sana. Teks terdiri atas lima pokok bahasan yang disusun menurut urutan hanacaraka (dentyawanjana), antara lain: (Ha) Maolana Ibrahim berkelana ke Cempa, dijadikan menantu oleh raja setempat, berputra Raden Santri dan Raden Rahmat: 1) Raden Santri, Raden Rahmat, dan Raden Ngalim Burerah, para putra Cempa, hendak pergi ke Jawa, meminta tumpangan pada nahkoda, sesampainya di Kamboja kapal tenggelam lantaran kesalahan nahkoda, namun ketiganya mendapat pertolongan dari Tuhan; 2) Singgah di Palembang, bersamaan dengan lahirnya Raden Patah, lantas ke Majapahit kemudian menghadap pada raja, atas hal ihwal agama (Islam) yang disampaikan membuat raja tunduk, Permaisuri Dwarawati merasa cocok dengan agama (Islam), ketiganya dengan hormat diperkenankan menuju Surabaya. (Na) Cerita Para Maolana membaur ke Jawa, pendidikan serta pengajaran Arya Damar kepada Raden Patah soal ilmu kerajaan: 1) Pembekalan Maolana Iskak kepada Raden Satmata perihal konsep Allah, Mukamad, martabat tujuh (asma pitu) dalam hubungannya dengan tingkah laku; 2) Pangeran Kalipah berguru kepada Sunan Ngampel perihal ketuhanan (kawula gusti), serta pengajaran ilmu; 3) Somalaya dibekali oleh Sunan Gunung Jati, bekalan "singir", guru yang pantas dijadikan guru yakni Kangjeng Nabi Kilir, berupaya seraya memuja (berdoa), lalu dibekali perihal kenyataan sejati; 4) Seh Lemahbang berguru pada Sunan Giri, lalu dibekali berbagai macam hal bahkan tetumbuhan turut menyimak, kemudian diberi pengajaran ilmu kak (hak) hingga terjadi perdebatan dengan para wali delapan yang secara bersamaan membuka tabir ilmu rahasia. (Ca) Naik tahtanya Sunan Giri, terjadinya perang melawan prajurit Majapahit: 1) Para wali mendirikan masjid di Demak, saling bahu membahu meruntuhkan Majapahit, Raden Patah naik tahta menjadi sultan; 2) Asal-usul Ki Ageng Sela, penangkapan petir serta penyuntingan istri yang sangat cantik, yakni diperoleh dari Kiyai Bicak. (Ra) Pangeran Panggung membuka ilmu hakikat, dipanggil oleh Sultan Bintara untuk mengajarkan perihal salat, manifestasi Tuhan, roh dan hamba (kawula), ketika sang Pangeran akan dimusnahkan, anjing bernama Iban dan Toki hendak dimakan, mereka diburu lalu dimasukkan ke api, sang Pangeran lalu marah dan menulis Serat Suluk Malang Sugirang: 1) Para Wali sama-sama memahami makna Serat Suluk Malang Sugirang yang berhubungan dengan berbagai macam ilmu, serta mengandung perhitungan (petang-petang); 2) Manifestasi Para Nabi dalam keterangan kitab-kitab sastra Arab hingga soal jasmaniahnya; 3) Wafatnya Sah Siti Jenar, sekelindan musnahnya unsur ragawi ketika wafat. (Ka) Buyut Paningrat memperoleh menantu Prabu Brawijaya, memiliki cucu bernama Jaka Sangara, mengabdi di Demak: 1) Kyai Ageng Pengging, ketika akan menurunkan tahta; 2) Pembekalan Kyai Kebo Kenanga kepada Pakadim perihal ilmu kesempurnaan.
| 073 | NC.073 1932-001 | Ruang Deposit | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain