Text
Ilmu Faraid
Naskah ini merupakan catatan tentang beberapa topik, tetapi tidak disertai dengan judul teks. catatan-catatan ini dibuat oleh Muhammad Muqri bin Ahmad Kafrawi. Saat ini naskah ini tersimpan di Pondok Pesantren Al-Mansur, Popongan, Klaten, Jawa Tengah dan merupakan bagian dari koleksi KH. Nasrun, pengasuh di pesantren tersebut.
Tebal naskahnya 26 halaman dengan berukuran 21 x 16,5 cm secara umum dalam kondisi baik, utuh, dan tulisannya masih terbaca dengan jelas. Alas naskah menggunakan kertas bergaris, tanpa watermark maupun countermark. Dijilid dengan benang dengan sampul yang terbuat dari kertas tipis berwarna biru tua.
Keseluruhan teks ditulis dengan menggunakan tinta warna hitam, khath jenis Riq’ah, dan menggunakan aksara Arab dan Latin, serta berbahasa Indonesia, Arab, dan Belanda. Pada masing-masing halaman secara umum terdiri dari 16 baris. Di dalamnya tidak ada penomoran halaman dan juga tidak ada kata alihan.
Sebagai sebuah catatan, naskah ini beris tentang berbagai topik. Pertama, tentang topik ilmu faraid, yaitu pembagian harta warisan. Ditulis dengan model tanya jawab. Pada bagian pertanyaan ditulis dengan bahasa Arab dan dimulai dengan tanda huruf sin, kependekan dari kata as’ilah. Pada bagian jawaban ditulis dengan bahasa Jawa aksara Pegon dan dimulai dengan huruf jim, kependekan dari kata al-jawab. Kedua, teks tentang makna amr menurut Ahli Sunnah Wal Jama’ah. Ditulis dengan bahasa Arab dengan model prosa. Ketiga, catatan tentang makna lafal Jalalah (Lā ilāha illa Allāh) yang ditulis dalam bahasa Arab. Keempat, catatan tentang hukum dan teknik wakalah, satu pembahasan dalam fikih. Pada bagian ini ditulis dengan bahasa Arab dan Jawa dengan aksara Pegon. Pada bagian terakhir tentang kamus bahasa Belanda yang ditulis dengan aksara Latin.
| 13.17 | LKK_SLO2016_NSR17 | Kabupaten Klaten (K.H. Nasrun, pengasuh Pondok Pesantren Al-Mansur, Popongan, Klaten) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain