Buku Serat Wawasan Candrasangkala; Jilidhan kaping II memuat lanjutan pembahasan "candrasangkala" pada buku serupa jilid pertama. Teks berisi tiga bab pembahasan, antara lain: 1) Pamudharan Putranipun Dewi Rata; 2) Pamudharan Putranipun Dewi Sandhil; 3) Pamudharan Putranipun Dewi Prabata.
Buku Serat Wedharing Kapujanggan dumugi Sri Santanu Tedhar berisi uraian ilmu "pralambang" atau semiotika Jawa tentang tokoh dan cerita pewayangan. Teks buku ini terdiri atas empat bab. Bab pertama adalah "Wedharing Pujanggan ing Condrasangkala Watak". Bab kedua yakni "Pamudharan Pralambangipun Drewi Gangga". Bab ketiga adalah "Pamudharan Pralambangipun Sang Santanu, utawi Wrontening Bunglon in…
Buku Serat Tri Pamong Sajati (Semar-Nala Gareng-Petruk) memuat uraian makna simbolik tokoh wayang Semar, Nala Gareng, dan Petruk. Uraian tersebut sekaligus merupakan pengajaran dalam upaya membentuk tingkah laku, hingga sarana meraih cita-cita, selama menimba ilmu. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) Pamudharaning Simbul Ringgit Semar; 2) Pamudharaning Simbul Ringgit Nala Gareng; 3)…
Buku Serat Wawasan Candrasangkala memuat uraian simbol-simbol linguistik penanda tahun dalam candrasangkala. Simbol-simbol linguistik itu diperoleh dari tulisan-tulisan: 1) Suryanagaran (Ngayogyakarta); 2) Panembahan (Ngayogyakarta); 3) Surakarta; dan 4) Bali, berupa kata-kata (tembung) yang memiliki watak satu hingga sepuluh, serta watak windhu (candrasangkala nungswa bali).