Buku Serat Urapsari merupakan karya antologis tentang manusia dan kebudayaan Jawa. Teks berisi pandangan-pandangan atas berbagai macam hal, seperti bahasa, sastra, tata krama, biografi tokoh, hierarki kerajaan, retorika, dunia spritual, produk-produk intelektual, filsafat, ilmu falak, perdagangan, ilmu kesehatan, dunia hewan, pertanian, olah raga, penyakit, ramalan, semiotika, astronomi, ilmu t…
Buku Piwulang Becik memuat petunjuk dan/atau ajaran untuk hidup dengan baik. Petunjuk dan/atau ajaran itu disampaikan oleh pengarang secara indah melalui tipologi-tipologi khas Jawa dengan lema bersusun hanacaraka (dentawyanjana).
Buku Serat Piwulang Warni-warni memuat uraian ajaran (piwulang) berbagai macam hal (warni-warni), antara lain: 1) Warayagya; 2) Wirawiyata; 3) Sriyatna; 4) Nayakawara; 5) Paliatma; 6) Paliwara; 7) Palimarma; 8) Salokatama; 9) Darmalaksita; 10) Tripama; 11) Yogatama; dan 12) Wedhatama.
Buku Sajarah Dalem; Pangiwa lan Panengen memuat uraian silsilah priayi ningrat Jawa mulai dari Nabi Adam hingga Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Silsilah "panengen" atau kanan menandai kekerabatan biologis, sedangkan silsilah "pangiwa" atau kiri menandai kekerabatan biologis-hierofanis.
Buku Serat Iladuni memuat uraian rahasia hal gaib serta wirid dari kitab Adammakna. Pokok-pokok bahasan dalam teks antara lain: 1) Pamilihipun Pasiten; 2) Amrih Rahayu Ingkang Pinanggih; 3) Peptuning Dinten; 4) Peptuning Pekenan; 5) Sarat Masrut Anumbali Griya; dan seterusnya.
Buku Serat Maduwasita berisi kumpulan cerita fabel yang dikemas sarat makna. Pengarang mencantumkan beberapa kali bahasan "ngibarat" dan/atau "tutuladhan", "liding dongeng" dan lain-lain pada sejumlah cerita sebagai ajaran budi baik. Teks diawali dengan cerita "Orong-orong kaliyan Manungsa". Diceritakan bahwa manusia menegur orong-orong karena bersuara keras. Orong-orong menanggapinya dengan ke…
Buku Serat Burat Wangi memuat uraian cerita R.M. Panji, anak dari Pangeran Arya Brata, Putra Dalem Pakubuwana V. Diceritakan bahwa R.M. Panji Purbakusuma diwisuda menjadi Kapten Ajudan Kangjeng Pangeran Kolonel Arya Purbanegara. Tulisan-tulisan dari sejumlah serat, seperti: Wirit, Jayengtilam, Aji Pamasa, dan Wedharaga dikutip dalam teks.