Buku Layang Panggubah; Jilid I memuat materi pelajaran tata tulis bahasa Jawa disesuaikan dengan kaidah fonetis aksara Jawa (wyanjana), misalnya: 1) menulis kata dengan unsur pembentuk bunyi di bagian depannya adalah aksara "pa"; 2) menulis kata dengan unsur pembentuk bunyi di bagian belakangnya adalah aksara "ha"; 3) "para", merupakan kata dengan unsur pembentuk bunyi di bagian depannya adalah…
Buku Sabda Mulya memuat uraian nasihat-nasihat atau perkataan mulia menurut konsep pengikut agama Kristen. Pada bagian awal teks, diuraikan nasihat seorang sepuh dalam menanggapi situasi beragama zaman dahulu yang tidak lagi sama dengan situasi beragama waktu itu (zaman setelahnya). Uraian kedua berupa petikan sejumlah ayat alkitab yang menurut pengarang dapat menjadi legitimasi atas pentingnya…
Buku Wedharan Serat Dewa Ruci; Warangka Manjing Curiga memuat penjabaran atas isi Serat Dewa Ruci. Dalam serat tersebut, cerita perjalanan Dewa Ruci adalah kiasan atas ikhtiar manusia mencari keberadaan Tuhan (sangkan paraning dumadi), untuk mencapai kebersatuan (manunggaling kawula Gusti). Persatuan antara Tuhan dan ciptaan-Nya itu digambarkan sebagai "curiga manjing warangka, warangka manjing…
Buku Serat Wedhatama Kawedhar; Jilid III memuat penjabaran atas isi Serat Wedhatama, yakni ajaran tentang kandungan dan rasa dalam ilmu. "Pupuh" yang dijabarkan pada jilid ini adalah Pocung (lima belas bait) dan Gambuh (dua puluh lima bait). Bait pertama pada pupuh pertama: "Ngelmu iku, kalakone kandhi laku, lekase lawan kas tegese kas nyantosani, setya budya pangekese dur angkara".
Buku Layang Wacan memuat kumpulan bacaan pendek berbahasa Jawa dengan wujud teks deskripsi dan/atau teks eksposisi, antara lain berjudul: 1) Sega; 2) Sawo; 3) Siman; 4) Jaran; 5) Khewan kang Nusoni; 6) Mancing; 7) Kebo; 8) Pelem; 9) Aku; 10) Sapi; dan seterusnya.
Buku Serat Guna Cara Agama memuat uraian panduan berislam dan sejarah perkembangan agama Islam di Jawa. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) Keterangan soal khitan; 2) Pengajaran tata cara berkhitan; 3) Ringkasan cerita berdirinya kerajaan Islam di Demak; 4) Tata cara dakwah para wali kepada orang-orang Budha untuk mengenalkan agama Islam; 5) Awal mula terjadinya keramaian di upacara…
Buku Ki Ageng Drepayuda merupakan karya historiografi Ki Ageng Drepayuda, leluhur trah Sultan Hamengkubuwana dari jalur ibu. Ia adalah prajurit Kraton Surakarta yang memilih berpihak pada Pangeran Mangkubumi, menantunya kelak. Ketika naik tahta menjadi Sultan Hamengkubuwana II, Pangeran Mangkubumi mengangkat sang istri, Rr. Sulastri, putri Ki Ageng Drepayuda menjadi permaisuri bergelar Kangjeng…
Buku Islam lan Kristen; Jilid III & IV merupakan terjemah dari sebuah tulisan karya Muhammad Abduh (teks: Guru Ageng Seh Mukhammad Ngabduh), mufti Mesir. Pengarang menyebut, tulisan itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh A.W. Nasiri. Teks pada buku ini berisi uraian sejarah perkembangan ilmu dan peradaban di dunia Islam serta Kristen. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain:…
Buku Wedha Purwaka memuat uraian substansi cerita wayang dan kaitannya dengan hakikat ilmu kesempurnaan yang dinukil dari suluk-suluk serta nasihat para mahir penerima ajaran ketulusan. Pengarang menyebut, serat ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi pelaku olah rasa serta pelajaran teosofi (filsafat keagamaan untuk mencapai kesempurnaan).
Buku Serat Piwulang Warni-warni memuat uraian ajaran (piwulang) berbagai macam hal (warni-warni), antara lain: 1) Warayagya; 2) Wirawiyata; 3) Sriyatna; 4) Nayakawara; 5) Paliatma; 6) Paliwara; 7) Palimarma; 8) Salokatama; 9) Darmalaksita; 10) Tripama; 11) Yogatama; dan 12) Wedhatama.