Buku Serat Tepa Palupi; Jilid I memuat catatan perjalanan Gus Bagong belajar sastra, memaknai serat-serat, berkelana menuntut ilmu, hingga menjadi manusia yang hati-hati dalam bertutur kata. Pada bagian awal, teks berisi keterangan sebagai berikut: Pada zaman dahulu, di tanah Kediri ada seorang anak laki-laki bernama Gus Bagong. Umurnya kurang lebih tiga belas tahun. Perilaku Gus Bagong sangat …
Buku Serat Ngelmi Pangasihan memuat uraian tata cara menggunakan "aji pangasihan", berikut merapalkan mantranya di dalam hati. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) Penjabaran ilmu "pangasihan"; 2) Turunan atau cabang-cabang dari "pangasihan"; 3) Panji-panji dan/atau tingkatan "pangasihan".
Buku Piyarjita; Jilid II memuat kumpulan enam puluh sembilan kiasan Jawa yang diuraikan makna-maknanya. Kiasan-kiasan itu antara lain: 1) hempaning wani lan wedi; 2) luruke sluru; 3) kang katon sudu sajati; 4) sasar-susuring dalan; 5) hurmat kang wis mungguh; dan seterusnya.
Buku Piyarjita; Jilid III memuat kumpulan tujuh puluh lima kiasan Jawa yang diuraikan makna-maknanya. Kiasan-kiasan itu antara lain: 1) Pepenginan kang ora nglabeti; 2) Ing buri padha karo ing ngarep; 3) Panggaweyan kang nuwuhake kadrengken; 4) Andheng-andhenge wong gedhe; 5) Kalakuwan kang nyuremake sorot; dan seterusnya.