Buku Piyarjita; Jilid III memuat kumpulan tujuh puluh lima kiasan Jawa yang diuraikan makna-maknanya. Kiasan-kiasan itu antara lain: 1) Pepenginan kang ora nglabeti; 2) Ing buri padha karo ing ngarep; 3) Panggaweyan kang nuwuhake kadrengken; 4) Andheng-andhenge wong gedhe; 5) Kalakuwan kang nyuremake sorot; dan seterusnya.
Buku Serat Kalayuwana memuat uraian panji-panji atau golongan-golongan orang yang akan dimangsa oleh Sang Hyang Kala. Namun demikian, turut diuraikan di akhir bahwa Sang Hyang Kala tidak dapat memangsa orang yang telah dilebur (ruwat) oleh Sang Hyang Wisnu.
Buku Bangbang Dwi Hastha memuat cerita wayang purwa lakon Sri Kresna Barata. Di dalam cerita terkandung ajaran (wasita) tentang munculnya jodoh sejati yang masih rahasia lalu terjadi penyatuan. Pada bagian akhir buku, ditemukan kutipan teks lain yang berbeda dengan sebelumnya, yakni: 1) Wicara Keras, Jarwa Sekar Macapat; dan 2) Ngangasmita Warni-warni.
Buku Serat Wedha Supena memuat uraian ilmu (kawruh) mimpi (impen). Teks berisi keterangan tentang sebab manusia bisa tidur nyenyak dan mengigau. Keterangan itu diperoleh dari teks serat-serat terdahulu. Pokok-pokok bahasan dalam teks antara lain: 1) penyakit tidur; 2) bangun tidur; 3) tahapan tidur yang benar; 4) penyebab tidur; 5) penyebab mengigau; 6) penyebab tidur nyenyak; 7) ciri-ciri tidu…
Buku Serat Cingkaradewa memuat uraian ilmu (piwulang) Patih Raja Sukapa kepada Rajanya, Sang Hyang Cingkara, dewa di Gilingwesi, selayaknya ilmu serupa tentang kesempurnaan hidup. Selain itu, dimuat pula uraian tentang jalan lima perkara pemujaan lewat hati, "tapa brata", perilaku badan jasmani dan rohani lima indera, serta jiwa, dan jalan sebagai Raja.
Buku Serat Sastra Harjendra memuat uraian sarana mempelajari kesempurnaan Budha serta pegangan dalam menginginkan ilmu makrifat. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) Lenggahipun sastra Jawi; 2) Pecahipun pasangan; 3) Dunungipun sandanganing aksara; dan seterusnya.
Buku Serat Wendha Agama memuat uraian hukum-hukum syariat para Nabi seluruhnya serta wirid-wirid dari kitab Bayanudayan dan kitab Kisasul-Anbiya. Pokok-pokok bahasan dalam teks, antara lain: 1) Hukum-hukum syariat Kangjeng Nabi Adam; 2) Syariat Kangjeng Nabi Nuh; 3) Syariat Kangjeng Nabi Ibrahim; 4) Syariat Kangjeng Nabi Musa; 5) Syariat Kangjeng Nabi Ngisa; dan seterusnya.
Buku Serat Sandi; A memuat uraian petunjuk menyusun sastra sandi. Ada sepuluh pokok bahasan dalam teks, dimulai dari penjelasan soal aksara "wyanjana" atau hanacaraka, kemudian penurunannya menjadi aksara sandi, berikut rincian-rinciannya, dan diakhiri dengan contoh penggunaan dalam tembang.
Buku Serat Kalembatan memuat uraian cerita ajaib tentang orang yang terperangkap di alam bangsa jin (lelembut). Ada tiga cerita yang dimuat dalam teks, yakni: 1) Perjalanan Kyai Singaprana sewaktu diambil dan dibawa ke dalam istana para bangsa jin; 2) Ki Surawijaya, meninggal kemudian hidup kembali dan merasakan hidupnya bagaikan di alam gaib; 3) Kyai Singaprana yang berada di alam bangsa jin b…
Buku Serat Iladuni memuat uraian rahasia hal gaib serta wirid dari kitab Adammakna. Pokok-pokok bahasan dalam teks antara lain: 1) Pamilihipun Pasiten; 2) Amrih Rahayu Ingkang Pinanggih; 3) Peptuning Dinten; 4) Peptuning Pekenan; 5) Sarat Masrut Anumbali Griya; dan seterusnya.