Buku merupakan kamus bahasa Jawa-Belanda. Lema dalam kamus disusun menurut kaidah "dentawyanjana" (urutan hanacaraka). Kosakata-kosakata yang dimuat termasuk ke dalam golongan kosataka Sastra Jawa Baru.
Buku Babad Demak memuat sejumlah bahasan, antara lain: 1) Babad Demak; 2) Dhaupipun Abumanyu lawan Utari (pejahipun Kalabendana), merupakan tuntunan bagi dalang, oleh Darmacarita; 3) Agama Buddha (Babadipun Sang Buddha); 4) Kagunaning wong wadon; 5) Pakem padhalangan (lampahan Irawan).
Buku Sajarah Dalem; Pangiwa lan Panengen memuat uraian silsilah priayi ningrat Jawa mulai dari Nabi Adam hingga Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Silsilah "panengen" atau kanan menandai kekerabatan biologis, sedangkan silsilah "pangiwa" atau kiri menandai kekerabatan biologis-hierofanis.
Buku Serat Yatna Yoga memuat uraian: 1) Upaya-upaya yang harus diperhatikan di era kemerdekaan ini, terutama untuk generasi muda, agar tidak salah berperilaku dalam pergaulan; 2) Ikhtiar memperoleh keturunan yang baik; 3) Cerita Ki Sadya dan Ni Tingkep; 4) Cerita Prabu Yudayana; serta 5) "Watak utama".
Buku Serat Dewaruci memuat ajaran luhur Dewaruci yang ditulis menyatu dengan cerita berbentuk tembang macapat. Pada edisi ini, teks berisi cerita Arya Wrekodara berguru untuk mempelajari perkara kesucian hidup.
Buku Serat Bawa Sagerongipun memuat uraian pengaturan suara (bawa) tembang (sekar) macapat, serta lagu (gendhing) penyerta gamelan (kagerong) beraneka macam. Pokok-pokok bahasan dalam teks antara lain: 1) Mijil slandro pathet sanga, (madya ratri); 2) Slendro pelok garonganipun kemawon ngangge nyebutna maning gendhing sadaya; 3) Menawi badhe mundhut ungeling gendhing: kinandhi pelok; dan seterus…
Buku Piyarjita; Jilid II memuat kumpulan enam puluh sembilan kiasan Jawa yang diuraikan makna-maknanya. Kiasan-kiasan itu antara lain: 1) hempaning wani lan wedi; 2) luruke sluru; 3) kang katon sudu sajati; 4) sasar-susuring dalan; 5) hurmat kang wis mungguh; dan seterusnya.
Buku Serat Pitutur Jati; Jilid II memuat uraian ceramah guru Jati Pitutur kepada muridnya yang bernama Ki Panompa Jati. Teks merupakan hasil gubahan dari serat Andharanipun Sipat 20; Jilid 1, ditambah keterangan atas macam-macam ilmu. Teks berisi petunjuk mengenai tindak tanduk manusia di dunia. Petunjuk yang diberikan itu ditulis menurut ajaran Kangjeng Nabi Muhammad, Kangjeng Susuhunan Bonang…
Buku Serat Layu Jawi memuat keterangan tinggi-rendahnya tangga nada (pathet) lagu-lagu permainan (dolanan) sekar ageng, bawa sekar ageng, tangga nada (titi raras) lagu (gendhing), lagu yang disertai bunyi gamelan (kagerong), sekar (tembang) macapat, serta piranti (balunganing) lagu, dan hal-hal lain seputar itu.
Buku Rahayu; Angka I, Juli merupakan salah satu edisi dari surat kabar berkala Rahayu. Pokok-pokok bahasan dalam teks antara lain: 1) Bubuka, Paturipun ingkang Ngedalaken; 2) Ingkang Nama Kabatosan; 3) Sajatining Pangastuti; 4) Gesang Dhadhasar Kabatosan Gandhengipun Kaliyan Kasarasan; 5) Selanan Gara-gara Crita Padhalangan; dan seterusnya.